Pada tanggal 4 juni 2010, kami seluruh anggota himpunan mahasiswa sains prodi pendidikan sains UNESA melaksanakan rapat yang seru untuk member sambutan hangat mahasiswa IPA UNY yang akan melakukan survey pada tanggal 5 juni 2010 dan pelaksanakannya pada tanggal 3 juli 2010, wah masihjauh seklai tapi prepare harus matang….
“ALON-ALON ASAL KELAKON”
Cuaca hari ini kurang mendukung karena lagi musim yang di idamkan seluruh mahasiswa seluruh Indonesia, taukah kalian alasannya???
Karena ini musim liburan mau menempuh perang dunia ke-4 yaitu UAS semester genap, banyak panitia yang datang terlambat bahkan tidak datang…..wah-wah jumat kelabu……
Sudah lupakan saja
Yang terpenting kmi dari seluruh anggota HMP Prodi pendidikan sains mengucapkan
“SELAMAT BELAJAR PERSIAPAN MENEMPUH UJIAN AKHIR SEMESTER GENAP SEMOGA SUKSES DAN BER-IP 4,00”
Amin…..amin…..amin…………..
Selengkapnya....
Rabu, 09 Juni 2010
STUDI BANDING DAN UAS
Diposting oleh HMP Pendidikan Sainsperokok pasif ganggu kesehatan mental
Diposting oleh HMP Pendidikan SainsSelama ini perokok pasif diketahui memiliki risiko terjangkit penyakit jantung dan kanker paru-paru. Namun menurut penelitian terbaru, ternyata perokok pasif juga berisiko mengidap gangguan kesehatan mental.
Ilmuwan dari Universitas College London (UCL) menemukan, perokok pasif yang terpapar asap rokok sebanyak 50 persen lebih besar kemungkinannya terkena tekanan psikologis, daripada yang tidak terpapar asap rokok. Alhasil, penghuni rumah sakit jiwa untuk perokok pasif, meningkat hampir tiga kali lipat selama enam tahun terakhir. Sementara bagi perokok yang dirawat di rumah sakit jiwa meningkat hampir empat kali lipat.
Dokter Hamer dan koleganya dari UCL meneliti 5.560 orang dewasa yang tidak merokok, dan 2.595 orang dewasa perokok, yang tidak memiliki riwayat penyakit mental. Penelitian tersebut menjawab pertanyaan mengenai tekanan psikologis dan orang-orang yang dirawat di rumah sakit jiwa yang telah dilacak selama enam tahun.(Dailymail/AST/AYB)
disadur
http://kesehatan.liputan6.com/berita/201006/280940/Perokok.Pasif.Ganggu.Kesehatan.Mental
Selengkapnya....
Senin, 10 Mei 2010
Baterai dari Kertas Fotokopi
Diposting oleh HMP Pendidikan SainsIlmu pengetahuan dan teknologi selalu berkembang. Manusia selalu berusaha membuat inovasi baru dari permasalah sehari-hari. berikut ini salah satu inovasi baru yang saya dapat dari Net-Sains Indonesia.
Netsains.Com – Hidup di tengah-tengah masyarakat yang tak lepas dari pasar-pasar (sangat) tradisional, membuat kita pasti familiar dengan kertas fotokopi sebagai bungkus jajanan, Terutama mahasiswa, kertas fotokopi merupakan bekal sehari-hari yang selalu ada di tas sekolah. Kertas fotokopi yang bagi penjual cabe digunakan sebagai pembungkus cabe, sebagai kantong tempe goreng dan tahu isi bagi tukang gorengan, atau sebagai bahan kuliah bagi mahasiswa, namun di tangan professor Standford University, kertas itu mampu mengasilkan listrik!

kertas fotokopi dengan lapisan nanotubes
Profesor Yi Cui dari Stanford University membuat kertas baterai itu dari kertas fotokopi biasa kemudian dicetak dengan tinta yang terbuat dari carbon nanotubes dan silver nanowires, suatu perangkat nanomaterial. Setelah dilumuri dengan “tinta ajaib” itu, kertas di-oven agar kering dan nanotubes melekat dengan kuat pada struktur selulosa kertas fotokopi. Maka kertas fotokopi tersebut berubah menjadi lapisan konduktiv yang mampu menyimpan energy kinerja tinggi untuk komponen baterai dan superkapasitor yang tahan lama. Kertas superkapasitor itu mampu menjalani 40.000 kali proses isi ulang (charge), lebih tahan lama dibandingkan dengan baterai litium.
Baterai kertas ini mampu menyimpan hingga 7.5 watt-jam/kilogram , jumlah ini lebih kecil dibandingkan jumlah yang biasa disimpan baterai biasa yaitu sekitar 30 watt-jam/kilogram, namun harga nanotubes mulia turun, dan harga kertas fotokopi sangat murah, baterai kertas ini sangat potensial dikembangkan menjadi sumber energy yang sangat murah.
Ternyata semakin lama, inovasi muncul dari ide-ide yang sederhana, kertas yang selama ini kita anggap tak terlalu berharga, dapat berubah menjadi sumber energi yang penting. Bahkan, karena tipis dan fleksibel, baterai kertas ini dapat dibentuk menjadi apa saja, dan efisien di-instal dalam alat apa saja.
Bayangan saya, mungkin baterai kertas ini dapat dijadikan sebagai sampul buku, yang dikaitkan dengan lampu kecil sederhana di tepian sampul buku tersebut, sehingga, ketika listrik mati, para siswa masih bisa belajar dalam kegelapan. Atau pada kasus bencana banjir, dan aliran listrik dipadamkan, anak-anak sekolah masih bisa terus belajar dan membaca menggunakan lampu dan baterai kertasnya.
Tak hanya itu, mungkin baterai kertas ini juga bisa diaplikasikan ke dalam korden rumah atau tenda kemping yang dibuat sedemikian rupa hingga bisa menyala ketika gelap, sehingga dapat digunakan dengan nyaman ketika listrik mati atau tenda bisa digunakan praktis tanpa lampu untuk berkemah.
Referensi :
“A Battery Made With Paper” By Robert F. Service, ScienceNOW Daily News.
0 komentar Label: Pengetahuan
